Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks

“Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks!”

Jika anda mendengar saran di atas, apa yang terpikir oleh anda tentang si pemberi saran ini?

Pasti terpikir dipikiran anda, si pemberi saran adalah seorang laki-laki hedonistik yang psikopat. Seorang maniak seks, pemuja dunia yang jauh dari kehidupan religius. Bila tebakan anda salah, profilnya pasti tak jauh dari bayangan di atas.

Terkejutlah! ya, siapkan diri anda untuk terkejut!

Saran di atas datang dari seorang politikus. Ups… kok bisa.

Anggota parlemen Kuwait yang mengusulkan pelihara budak sex
Salwa al-Mutairi, anggota parlemen Kuwait yang pada tahun 2011 mengusulkan pelihara budak sex

Dan untuk melengkapi keterkejutan anda, politikus itu berasal dari negara Islam, Kuwait. Dia bahkan mengaku didukung oleh sejumlah mufti di Arab Saudi. Dan hebohnya lagi dia adalah seorang wanita!

Astaga….. Berita ini nyata dilaporkan pada tanggal 8 Juni 2011. Anda dapat membacanya di sini: [Tempo: Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks].

Astaga… apakah pernyataannya ini tidak bertentangan dengan background Islam dari orang ini?

Sayangnya secara syariah, orang ini benar. Lha kalau begitu sebenarnya bagaimana aturannya dalam Islam?

Budak, Manusia Sebagai Properti

Akar pendapat aneh ini adalah akomodasi Islam terhadap sistem perbudakan.

Budak adalah manusia yang diperlakukan seperti hewan ternak.

Budak Persia yang diikat, dalam sebuah gambar kuno
Budak Persia yang diikat ke sebuah tonggak, dalam sebuah gambar kuno

Budak tidak beda dengan sapi. Anda dapat membelinya di pasar seperti anda membeli sapi.

Anda bisa menyuruhnya mengerjakan apa saja. Secara hukum ia harus patuh mutlak kepada pemiliknya apapun perintah pemiliknya. Anda mencambuknya, memisahkan dari anaknya atau apapun itu, adalah hak anda.

Nabi Muhammad di utus pada era dimana perbudakan adalah suatu hal yang wajar.

Para budak adalah tenaga kerja untuk semua pekerjaan kasar, berat dan berbahaya. Para budak adalah pendukung sistem ekonomi dan sosial saat itu.

Ajaran Islam tidak menyukai perbudakan dan bahkan menganjurkan pembebasan budak. Akan tetapi Islam tidak melarang perbudakan, suatu aturan yang mungkin bisa memberikan guncangan besar sistem ekonomi dan sosial saat itu, suatu hal yang bisa menggagalkan prioritas utama Nabi, yaitu menyampaikan Islam.

Budak Seks, Dari Mana Dalilnya

Jika budak boleh diperlakukan apa saja, apakah itu termasuk sebagai pemuas seks? Ya.

Suasana pasar budak. Calon pembeli memeriksa budak yang akan dibeli
Lukisan suasana pasar budak. Calon pembeli memeriksa budak yang akan dibeli

Dalam Qur’an dijelaskan:

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas [QS. Al-Mukminuun : 5-7]

Dan (diharamkan bagi kamu mengawini) wanita yang bersuami kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. …. [QS An-Nisaa’ :24]

Ayat diatas adalah landasan bolehnya berhubungan seks dengan budak wanita. Dibagian kedua, status perkawinan budak tidak menjadi halangan untuk mengambilnya sebagai budak seks.

Contoh Nabi: Maria al-Qabtiyya

Apakah ada contoh dari Nabi untuk hubungannya dengan budak wanita? Ada.

Setelah Nabi berkuasa di Madinah, beliau mengirim utusannya ke beberapa raja dan pemimpin di wilayah arab untuk mengajak masuk Islam. Salah satu utusannya dikirim ke Muqauqis, penguasa Mesir masa itu. Muqauqis menolak masuk Islam, akan tetapi mengirimkan beberapa hadiah kepada Nabi sebagai tanda persahabatan.

Diantara hadiah dari Muqaquis adalah dua orang budak wanita: Maria al-Qabtiyya dan saudarinya Sirin. Nabi mengambil Maria dan menghadiahkan Sirin ke sahabat yang lain.

Maria sangat cantik, sehingga menimbulkan kecemburuan istri-istri nabi yang lain,

Aisyah mengungkapkan rasa cemburunya kepada Mariyah, “Aku tidak pernah cemburu kepada wanita kecuali kepada Mariyah karena dia berparas cantik dan Rasulullah sangat tertarik kepadanya. Ketika pertama kali datang, Rasulullah menitipkannya di rumah Haritsah bin Nu’man al-Anshari, lalu dia menjadi tetangga kami. Akan tetapi, beliau sering kali di sana siang dan malam. Aku merasa sedih. Oleh karena itu, Rasulullah memindahkannya ke kamar atas, tetapi beliau tetap mendatangi tempat itu. Sungguh itu lebih menyakitkan bagi karni.”

Maria menjadi pergunjingan ramai diantara istri-istri Nabi. Allah sampai menurunkan teguran terhadap para istri Nabi dalam surah At-Tahrim :1–5.

Karena sikap para istrinya, Nabi menempatkan Maria tinggal di rumah yang terletak di pinggir Madinah, terpisah dari istri-istri Nabi lainnya yang tinggal bersama Nabi disamping masjid.

Setelah satu tahun, Maria hamil. Suatu hal yang membuat istri-istri Nabi yang lain semakin cemburu, karena pernikahan mereka dengan Nabi selama ini tidak menghasilkan keturunan. Maria melahirkan bayi laki-laki yang oleh Nabi diberi nama Ibrahim. Ibrahim meninggal di usia sembilan belas bulan karena sakit. Rasulullah mengurus sendiri jenazah anaknya kemudian beliau menguburkannya di Baqi’.

Status Maria tidak begitu jelas. Ada yang mengatakan Nabi akhirnya menikahinya, dan ada pula yang mengatakan Nabi tidak pernah menikahinya.

Selir Para Khalifah

Secara hukum, seorang Muslim boleh memiliki paling banyak empat istri. Akan tetapi tidak ada batas jumlah budak wanita yang boleh digaulinya.

Suasana di dalam Harem.
Lukisan suasana di dalam Harem.

Ketentuan diatas yang mendasari timbulnya tradisi memelihara selir dikalangan orang kaya dan juga Khalifah di negara Islam.

Dalam catatan sejarah, Ismail Ibn Sharif, Sultan Maroko 1672-1727, mempunyai lebih dari 500 orang selir dan lebih dari 1000 orang anak dari para selir itu.

Para selir adalah budak wanita cantik yang dibeli khusus untuk keperluan seksual. Dalam Khilafah Ottoman di Turki, para budak wanita itu dibeli saat menjelang remaja. Mereka mendapatkan perawatan dan pelatihan khusus agar bisa melayani Khalifah dengan sempurna.

Para selir pada Khilafah Ottoman, biasanya ditempatkan dalam istana Harem yang merupakan fasilitas khusus untuk Khalifah. Para penjaganya adalah budak laki-laki yang telah dikebiri untuk memastikan tidak terjadi skandal antara para selir dengan penjaganya.

Salahkah Memelihara Budak Seks?

Jadi bolehkah memelihara budak seks?

Jawabannya tergantung kepada siapa anda bertanya.

Jika anda bertanya kepada MUI, Hizbuth Tahrir atau Abu Bakar Ba’asyir, mereka akan menjawab secara hukum syariah boleh, karena itu berdasar hukum yang ada dalam Qur’an. Semua hukum Qur’an adalah mutlak benar dan tidak boleh dibatalkan oleh siapapun. Mungkin mereka akan mengajukan sedikit excuse, tapi intinya adalah hukum Islam sudah sempurna dan tidak bisa diubah lagi.

Jika anda bertanya kepada saya. Saya akan menjawab itu ide gila. Saya akan menentang hukum yang membolehkan manusia diperjual-belikan, saya menolak manusia diperlakukan sebagai binatang yang bisa diperlakukan seenaknya.

Bukankah ada hukumnya di Qur’an?

Tak ada yang abadi dan sempurna kecuali Allah. Termasuk juga Qur’an dan seluruh ajaran Islam. JIka sudah tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan kemanusiaan, saya akan menolaknya.

“Anda sudah kafir”!… terserah pikiran anda.

Saya yakin Allah Maha Baik, Maha Mengasihi dan Allah Maha Bijaksana, saya tidak percaya dia tetap bersikukuh dengan aturannya, bila aturannya sudah berubah menjadi suatu kezaliman.

Baca Juga:

579 komentar

  1. Ngomong al qur’an nggak sempurna dan ajarannya… coba di fikir lagi mas,,, mungkin mereka yg salah menafsirkan, boleh kita beda pendapat tentang tafsir alqur’an, tapi ini kok sampe nyinggung ajaran islam dan qur’an nya gk sempurnah yah ….

    1. @Nurkholis: silakan yakinkan saya bagaimana hukum perbudakan dalam Qur’an, yang tidak dipakai lagi dimana-mana, sebagai sesuatu yang sempurna.

      Itukan bagian dari Qur’an?

  2. memang politikus itu apa istimewanya ? sama manusianya. wanita politikus itu salah jika yang dia maksud adalah TKW karena Islam sendiri mengharamkan TKW.

    Menangkap manusia merdeka untuk dijadikan budak itu berdosa dalam Islam. Kecuali jika anda mau dibunuh oleh pembunuh tanpa haq dan gagal, ketika si pembunuh tertangkap oleh si korban maka berlaku Qisash. Ia menginginkan hidup anda dan gagal/menyerah, maka kini anda berhak atas hidupnya (dalam hal ini jika anda diserang dalam peperangan). memang tawanan berbahaya mau diapakan ? dikurung dan dikasih makan gratis ? ato dikembalikan kenegaranya untuk kemudian main bunuh lagi ? Disini budak dibenarkan.
    Islam adalah agama pertama yang memerintahkan untuk membebaskan budak. Kami punya satria hitam bekas budak di sini (real Black Knight) yaitu Bilal bin Rabah. dibebaskan untuk memimpin kami dalam beribadah (Adzan).
    Mariyah Qibtiyah adalah budak hadiah dari Raja Najasyi untuk Nabi Muhammad Seorang ! Jika Nabi tidak mengambilnya sebagai budak dan istri maka siapa berani menyentuhnya pada saat itu di madinah ? Jika dibebaskan, kemana Mariyah Qibtiyah akan pergi ? Kembali ke Habasyi ? sudah pasti dia akan dibunuh oleh Najasyi karena beraninya dia lari. Jadi yang terbaik adalah memang ikut dengan Nabi Muhammad SAW. Contoh lagi : Siti Aisyah masih muda belia ketika menjanda (18 tahun), namun bahkan Bani Umayah dan kaum Khawarij tidak berani sehelai rambutpun menyentuhnya ataupun mengusik statusnya yang janda muda !
    Sebagian besar pernikahan Nabi Muhammad adalah untuk mendamaikan dua kaum atau lebih. Itulah beratnya jadi Nabi.

    1. @Drake: anda menulis:
      Menangkap manusia merdeka untuk dijadikan budak itu berdosa dalam Islam.
      –> bisa anda tunjukkan dalilnya?
      Jika anda membaca sejarah Islam, maka banyak sekali peristiwa penaklukan oleh Islam yang berakhir dengan menjadikan manusia merdeka di pihak yang kalah menjadi budak.
      Sebagai satu contoh, Nabi Muhammad setelah Perang Khandaq, mengepung kampung Bani Quraiza karena menuduh (tanpa dibuktikan) bahwa mereka bersekutu dalam memerangi kaum Muslim. Setelah menyerah, kaum Muslim menyembelih massal sekitar 700 lelaki dewasa Bani Quraiza di dekat pasar Madinah, merampas semua hak milik mereka dan menjadikan wanita dan anak-anak mereka sebagai budak yang dibagikan kepada kaum Muslim. Bisa jadi ada seribu lebih manusia merdeka yang dijadikan budak oleh Nabi dalam peristiwa itu. http://media.isnet.org/kmi/islam/Haekal/Muhammad/Khandaq3.html

  3. Pemicu dari peristiwa quraizah itu adalah terbunuhnya seorang muslim di tangan salah satu mereka (dilempar dengan batu gilingan) ketika penyerangan Khandaq berlangsung padahal ada perjanjian damai antara kaum muslimin dan bani quraizah. (apa pemicu perang dunia I ?)

    Anda keliru, hakim dari eksekusi yang memutuskan adalah Saad bin Muaz. dan itu sendiri atas permintaan dari ketua Bani Quraizah sendiri. Jika Huyay meminta Nabi muhammad memutuskan, tentunya akan lain jadinya. Maaf, kebetulan itu tidak ada. Saya termasuk yang percaya takdir.

    1. @Drake: jadi benarkan kalau kalimat anda bahwa: Menangkap manusia merdeka untuk dijadikan budak itu berdosa dalam Islam – adalah omong kosong?
      Nabi sendiri kok yang memberi contoh memperbudak manusia merdeka lawan-lawan perangnya.

  4. Sama seperti zaman sekarang, apakah jika seseorang berniat membunuh orang tanpa sebab yang hak kemudian dia tertangkap, apakah dia akan bebas ? tentu saja Dipenjara dan disuruh kerja paksa (cuma sebutannya saja lain/Narapidana). bahkan bisa seumur hidup jika parah betul. Apalagi dalam perang ! Pihak yang diserang berhak mempertahankan diri dengan seimbang. Disini prajurit tawanan perang yang ditolak oleh negaranya untuk dikembalikan dengan tebusan akan dijual sebagai budak. atau ditukar dengan tawanan negara lain. atau paling buruk akan dihukum mati. Ketika masih menjadi budak pun mereka masih bisa diberi kesempatan untuk memerdekakan diri mereka sendiri oleh Islam dengan pembayaran, bahkan jika benar-benar sudah tobat mereka akan dibantu prosesnya. Bani Quraizah kasus lain karena tidak kabilah lain dari bangsanya yang mau membantu proses pemerdekaan mereka maka mereka harus menjadi tahanan/budak. Itu juga karena para kaum Ahzab yang menenyerang dalam perang khandaq telah dikalahkan. orang/kabilah yang menyerang atau berkhianat kepada perjanjian damai dengan Islam biasanya akan ditawari masuk Islam dan bebas. atau menjadi budak. semasa pengkhianatannya tidak menimbulkan korban kaum muslim.

    orang yang membunuh orang lain tanpa hak sudah kehilangan kebebasannya, bahkan bisa kena Qishash (apa yang ia hilangkan harus ia tebus dengan yang serupa miliknya). Sekarang hukum mati ditentang, dan pembunuh berantai yang telah membunuh 50 orang bebas melenggang menjadi orang yang anda sebut merdeka itu.

    kaum muslim dalam banyak riwayat diperintahkan untuk memperlakukan budaknya dengan sebaik-baiknya, bahkan dilarang untuk disebut budak.

    Sayangnya ini dilanggar oleh kaum dari Bani Umayyah, Abbasyiyah dll dengan monarki mereka setelah Sayyidina Ali sebagai Khulafaur Rasyidin terakhir wafat. Maaf Islam tidak mengenal monarki. Sebab jika ada berarti itu pelanggaran.

    Sebab budak dalam islam yang diijinkan cuma dari perang (jika diserang) atau membebaskan kepemilikan mereka dari pemeluk agama lain. Sebab untuk melarang agama lain memperbudak tidak mungkin bisa. (bukti : perbudakan di amerika dan eropa baru berakhir secara teori setelah perang napoleon dan juga perang sipil. itu juga di daerah selatan amerika masih terjadi banyak perbudakan) perbudakan di amerika baru benar-benar berakhir di era tahun 1960 an keatas, itu juga masih ada KKK

    1. @Drake: anda tahu tidak tentang Deklarasi Universal tentang HAM, Konvensi Jenewa dan berbagai hukum turunannya?
      Itu adalah hukum internasional yang salah satunya mengatur perlindungan terhadap tawanan perang atau pihak yang kalah dalam peperangan. Semua anggota PBB wajib mematuhi aturan universal ini, pelanggaran terhadapnya akan menghadapi sanksi dari PBB.

      Dalam hukum internasional itu, perbudakan, pelacuran paksa dan kerja paksa termasuk dalam salah satu larangan keras. Sesuatu yang dulunya sah-sah saja dalam hukum biadab sebelumnya (termasuk hukum syariah yang mengijinkan perbudakan tawanan perang).

      Jadi kalau anda bicara tentang kerja paksa dan perbudakan, PBB sudah memberi sanksi keras kepada anggotanya yang terbukti melakukannya seperti Korea Utara (kerja paksa). Praktek itu juga terjadi di negara biadab seperti ISIS, Boko Haram atau Taliban yang notabene adalah negara berdasarkan hukum syariah.

      Hukum beradab itu menolak perbudakan.
      Sayangnya hukum syariah dalam masalah ini tidak termasuk sebagai hukum yang beradab.

  5. Syariah Islam sangat sesuai dengan konvensi Jenewa jika dilakukan dengan benar :
    1. Tawanan perang yang tidak terbukti melakukan pembunuhan bisa langsung bebas dengan membayar. seperti jaminan uang di lembaga permasyarakatan Indonesia.
    2. Tawanan yang melukai akan menerima luka yang sama dengan korbannya.
    2. Tawanan perang yang terbukti membunuh dalam perang akan menghadapi hukum Qishash (jika dia membunuh dia akan terkena hukuman mati).

    seperti halnya Konvensi Jenewa yang selalu dilanggar oleh negara-negara pemegang veto di PBB
    Syariat Islam banyak dilanggar dalam prakteknya (sayang sekali).

    Saya tantang anda untuk menghilangkan hak veto di PBB sebelum memberikan jawaban kepada saya lagi, karena saya tidak punya waktu untuk terus berkunjung ke situs omong kosong ini. (titik)

    1. @Drake:

      Syariah Islam sangat sesuai dengan konvensi Jenewa jika dilakukan dengan benar

      Perbudakan itu bagian Syariah Islam, perbudakan yang dilakukan dengan benar atau perbudakan yang dilakukan dengan salah, semuanya adalah biadab dan tidak sesuai konvensi Jenewa.

      Saya tantang anda untuk menghilangkan hak veto di PBB sebelum memberikan jawaban kepada saya lagi, karena saya tidak punya waktu untuk terus berkunjung ke situs omong kosong ini. (titik)

      Arena komentar ini adalah ajang diskusi membicarakan isi tulisan saya. Anda berargumen, saya berargumen. Kalau tidak sepakat ya tidak apa-apa, karena setiap orang tentu boleh punya pendapatnya sendiri.

      Terima kasih untuk sudah membaca situs ini dan menyumbangkan komentarnya.
      Jika sudah ada waktu, silakan berkunjung lagi 🙂

Perkaya Tulisan Ini Dengan Pendapat Anda